Pendidik maupun peserta didik di Indonesia saat ini diarahkan untuk bisa melakukan sessuatu yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan melakukan publikasi. Publikasi di tujukan untuk mengingatkan pentingnya penemuan-penemuan baru hasil pengamatan dilapangan. Melihat dari data jumlah publikasi ilmiah terbanyak di Asia, Indonesia menjadi negara TOP paling banyak melakukan publikasi ilmiah (sumber : kompas.com).
Manfaat dari publikasi jurnal ditujukan agar jejaring internasional
yang dapat terbangun bisa terjadi apabila jurnal ilmiah banyak dijadikan sumber
referensi dan juga dikutip dalam jurnal ilmiah peneliti lain. Bahkan semakin
banyak jurnal ilmiah tersebut dikutip oleh peneliti lain, akan semakin tinggi
juga reputasi peneliti sebagai akademisi. Keaktifan peneliti dalam melakukan
publikasi jurnal ilmiah dapat diukur dalam indeks H. Indeks H sendiri merupakan
sebuah tolok ukur bagi seorang peneliti dalam mengembangkan hasil karya
keilmuannya. Penentuan indeks H didasarkan pada jumlah publikasi yang terindeks
dan yang menyitasi atau merujuknya. Misalnya seorang peneliti memiliki indeks H
dengan skor 10, artinya terdapat sepuluh artikel yang dikutip oleh minimal
sepuluh artikel lain (sumber : ITS.ac.id).
Dari webinar yang ditelah dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik UNDIP https://www.undip.ac.id/ dengan tema “WORKSHOP ONLINE TEKNIK MENYIAPKAN ARTIKEL &
ONLINE SUBMISSIONS PROGRAM” https://youtu.be/HApCFx_1nC0 memberikan beberapa pemaparan terkait bagaimana
penyiapan artikel yang baik sampai kepada bagaimana artikel tersebut dapat
diterima dan dipublikasi. Beberapa materi yang disampaikan yaitu :
Penyiapan Artikel
Dalam penyiapan artikel diharapkan penulis memang memahami betul
pertanyaan yang akan dibahas didalam penulisan, kemudian penulis diharapkan memahami isue-isue yang
berkaitan dengan pertanyaan nantinya, penulis kemudian selain merampungakan
bahan bacaan dengan jumlah yang memadai dan sesuai dengan masing-masing
peraturan template jurnal dan kemudian penulis diharapkan mampu
mengkomunikasikan pemahamannya kepada oranglain. Ada 4 tahapan dalam melakukan
penyiapan artikel yang pertama yaitu
membaca, menulis, poles tulisan kemudian ulangi.
Memahami Isue dalam Publikasi
Hal ini sangat penting untuk diketahui karena ada beberapa hal
penting yang harus di lakukan sebelum melakukan publikasi, seperti mengirimkan
jurnal kebanyak lembaga, hal ini sebaiknya dihindari karena akan merugikan
penulis dikemudian hari, menyerahkan makalah yang telah diterbitkan ke lembaga
lain, masalah yang dibahas sudah terlalu sering muncul, pengiriman makalah ke
jurnal yang berbeda ruang lingkup, kesalahan format makalah, tanggapa yang
tidak memadai kepada reviewer, standart bahasa yang tidak memadai, pengiriman
ulang naskah yang ditolak tanpa revisi.
Memerhatikan setiap peraturan pada jurnal yang dituju
Setelah memenuhi poin 1 dan 2, poin ketiga juga sangat penting
untuk diperhatikan, setelah penulis sudah menyiapkan sebuah makalah/artikel
yang siap untuk disubmit, kini saatnya memerhatikan aturan-aturan yang
ditetapkan setiap jurnal yang dituju biasa disebut dengan gaya selingkung. Hal
ini penting karena ketika penulis tidak mengikuti aturan tersebut,merupakan 1
nilai minus bagi penulis karena tidak memerhatikan aturan yang telah dibuat.
Kemudian penulis juga boleh melihat contoh artikel yang telah di muat dalam
jurnal yang akan dituju tersebut. Hal
lain yang perlu diperhatikan adalah waktu publikasi setiap jurnal karena
kebanyakan jurnal hanya melakukan publikasi dibulan-bulan tertentu.
Jurnal Bersinta
Penulisan jurnal yang sudah bersinta cukup diakui penerbitannya.
Untuk melihat grade sinta pada setiap jurnal dapat diperoleh dengan mengakses
link https://sinta.ristekbrin.go.id/ Penulis
dapat dengan muda juga mencari jurnal yang sesuai dengan topik yang penulis bahas
karena link tersebut berisi situs resmi dari beberapa jurnal yang tela
terdaftar.

Komentar
Posting Komentar